Share

Kurang disiplinnya masyarakat dalam menjalani protokol kesehatan, salah satunya kewajiban menggunakan masker, menyebabkan kasus positif Covid-19 di Indonesia kian meningkat.

Menurut data per Kamis (8/10/2020), kasus positif Covid-19 sudah mencapai 320.564 orang dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 244.060 orang dan total kematian 11.580 jiwa.

Padahal, seminggu sebelumnya, yakni Kamis (1/10/2020), kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi berjumlah 291.182 dengan total pasien sembuh mencapai 214.947 orang.

Pandemi virus corona di Tanah Air pun makin mengkhawatirkan karena tak sedikit orang yang terinfeksi tidak merasakan gejala (OTG). Kalau kelompok ini juga tak patuh terhadap protokol kesehatan, pelandaian kurva penyebaran Covid-19 sulit diwujudkan.

Karena itu, edukasi soal protokol kesehatan sebagai langkah penanggulangan pandemi perlu terus digalakkan. Pemerintah maupun pihak swasta perlu turun tangan mengampanyekan penggunaan masker yang benar. Bahkan, menjadikan masker sebagai bagian dari gaya hidup.

Pasalnya, bila kasus positif virus corona berkurang dan angka pasien sembuh semakin meningkat, ekonomi bisa kembali menggeliat dan bergerak cepat. Hal ini tak hanya akan menguntungkan dunia industri, tapi juga ketenagakerjaan, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Maka dari itu, PT Asia Health Energi Beverages (AHEB) melalui program Kratingdaeng Peduli mendonasikan masker langsung kepada masyarakat di wilayah Jabodetabek. Adapun total masker yang dibagikan sebanyak 200.000 buah.

Chief Marketing Officer PT AHEB Davin Thomas Lai mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dunia industri dalam menjaga kesehatan banyak orang.

Selain itu, program bertajuk Gerakan Disiplin Memakai Masker tersebut juga menjadi bentuk peran pihak PT AHEB dalam memerangi pandemi. 

“Tanpa adanya masyarakat yang sehat, maka roda perekonomian akan terganggu. Langkah kami saat ini adalah mengajak semua masyarakat untuk lebih disiplin memakai masker dan berharap pandemi segera berakhir,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (8/10/2020).

Davin mengungkapkan, kegiatan bagi-bagi masker dilakukan di kawasan zona merah dan titik-titik kerumunan yang disinyalir menjadi tempat penularan, seperti pasar, pangkalan ojek, dan lapangan.

“Di lokasi-lokasi tersebut, juga diketahui masyarakat tidak terlalu peduli dalam memakai masker. Dari pemberitaan yang ada, kasus penularan yang terjadi di pasar ternyata relatif tinggi. Banyak pedagang dan berbagai pihak di sana yang mengabaikan protokol kesehatan. Di lapangan-lapangan dan perumahan, juga terjadi hal yang sama. Itu sebabnya, kami memilih membagikan masker di kawasan rawan ini,” ujar Davin.

Selain mendonasikan masker kesehatan, tim program Kratingdaeng Peduli turut memberikan edukasi tentang pemakaian masker yang baik dan benar sesuai rekomendasi dokter dan ahli kesehatan. Imbauan jaga jarak dengan sekitar pun tak lupa disampaikan.

“Dengan begitu, potensi penularan Covid-19 bisa berkurang sampai 90 persen,” kata Davin.

Terdapat lima langkah penggunaan masker yang baik dan benar. Pertama, pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum memasang masker.

Kedua, cari bagian luar masker. Jika masker kamu memiliki dua warna berbeda (umumnya hijau dan putih), sisi luar masker adalah yang berwarna hijau dan sisi putih yang menempel langsung pada kulit.

Ketiga, cari bagian atas yang ditandai dengan adanya garis kawat untuk ditaruh di hidung.

Keempat, posisikan masker dengan benar dari hidung hingga dagu. Masker harus menutup hidung, mulut dan dagu.

Kelima, bila masker yang dilepas masih akan dipakai lagi, lipat masker dengan baik dan simpan dalam tisu bersih dan masukan dalam plastik. Lakukan prosedur awal saat kamu menggunakannya kembali.