Share

“Buatlah pikiran yang kuat, jiwa yang kuat, dan karakter yang kuat.”
- Dellie Threesyadinda

 

Setelah rangkaian prestasi didapatkan oleh Indonesia dalam ASIAN Games 2018, ajang olahraga empat tahunan ini masih banyak menyisakan kesan dan cerita, terutama segi cerita dan inspirasi dari para atletnya. Salah satu atlet yang menarik perhatian banyak orang adalah Dellie Threesyadinda dari cabang olahraga panahan.

 

 

Lahir di Surabaya 28 tahun silam, Dellie Threesyadinda atau yang lebih akrab dipanggil Dinda ini bukan anak kemarin sore dalam dunia archery. Sebagai atlet panahan, Dinda sudah mengantongi segudang prestasi, baik dari ajang olahraga panahan dalam negeri maupun mancanegara. Beberapa kompetisi yang dimenangkannya antara lain medali emas dari ajang Asian Grand Prix 2013 di Thailand, medali perunggu di Archery World Cup 2016 Turki, medali perak SEA Games 2017, dan masih banyak lagi prestasi lainnya.

 

 

Dinda mulai terjun ke dunia panahan sejak dirinya masih berusia 5 tahun. Darah atletik memang mengalir kental dalam silsilah keluarganya. Kedua orang tua Dinda merupakan atlet senior, sang ayah Denny Trisyanto merupakan mantan atlet pencak silat, sedangkan sang ibu Lilies Handayani merupakan atlet panahan senior. Kedua adik Dinda juga tak mau kalah mewarisi bakat panahan dari ibu mereka.

 

 

Awal mula Dinda terjun ke dunia panahan karena dirinya sering ikut dan melihat ibunya latihan memanah. Bakatnya dalam memanah langsung terlihat saat dirinya memenangkan medali emas pada kompetisi pertama yang diikutinya saat berusia 7 tahun. Semenjak saat itu, Dinda terus menorehkan berbagai prestasi.

 

Dinda yang kini menempati peringkat 63 dalam jajaran pemanah terbaik dunia memiliki impian besar untuk foundation sebagai naungan bagi para atlet panahan di Indonesia.

 

Kita tunggu aja bidikan Dellie Threesyadinda yang selanjutnya!